 |
KUNJUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN KE AKADEMI TEKNOLOGI KULIT YOGYAKARTA

wartafoto oleh : Anwar Hidayat - kategori : Umum
dicetak: 2010-01-26 15:00:55 - dibaca : 506 kali
|
Yogyakarta, 26 Januari 2010.
Berdasarkan PP 28 th 2008 tentang kebijakan perindustrian nasional di Indonesia yaitu mendorong tumbuh kembangnya industri di daerah. Kebijakan tersebut adalah memfasilitasi tumbuhnya industri tersebut. Berkaitan dengan itu maka dari Kementerian Departemen Perindustrian yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Alex SW Retraubun M,Sc. (wakil menteri Departemen Perindustrian) didampingi oleh Hamdani (kepala biro kepegawaian) dan Sri Sundari (Kapusdiklat Industri) mengadakan kunjungan ke salah satu Perguruan Tinggi di bawah Dep. Perindustrian yaitu Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Forum Kepala Sekolah-Sekolah Menengah Analisa Kimia dan Sekolah Menengah Teknologi Industri se-Indonesia (SMTI Yogyakarta, SMTI Pontianak, SMTI Banda Aceh, SMTI Makasar, SMTI Tanjung Karang, SMTI Padang, SMAK Bogor, SMAK Makasar dan SMAK Padang) dan Kepala BDI Yogyakarta, Kepala Balai Kulit Karet dan Plastik Yogyakarta.
Pihak ATK mempresentasikan tentang profil Akademi Teknologi Kulit, Infrastruktur, dan Kerjasama-kerjasama yang dilakukan dengan instansi-instansi pemerintah lain dan LSM. Dalam presentasi tersebut yang menarik perhatian audiens adalah tentang kebutuhan alumnus ATK oleh Industri-Industri Nasional. Pada tahun 2009 daya serap industri adalah 103 alumni terserap di Industri-industri dan 4 alumni masuk di Instansi Pemerintah.
Hal yang mengemuka pada sesi diskusi adalah adanya ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) dimana terjadi kekhawatiran kebanyakan industriawan nasional akan membanjirnya produk China ke Indonesia dimana Industri-industri di Indonesia merasa belum siap untuk bersaing dengan produk China. Menurut Alex SW Retraubun " Kita tidak usah khawatir dengan adanya ACFTA, karena persaingan tersebut bisa meningkatkan kemampuan dan kemauan Industria Indonesia untuk memacu pertumbuhan industri Indonesia".
Alex SW retraubun menambahkan "Dengan adanya itu justru akan meningkatkan kebangkitan industri nasional atau reindustrialisasi , sehingga dianjurkan para pejabat di luar daerah di seluruh indonesia untuk belajar di UPT atau sekolah dibawah Departemen Perindustrian".
Akademi Teknologi Kulit adalah salah satu Perguruan Tinggi Perkulitan satu-satunya di Indonesia yang menghailkan Sumber Daya Manusia, SDM tersebut adalah sebagai fondasi untuk rancang bangun industri nasional 2025 khususnya di bidang industri kulit.
Setelah sesi diskusi, rombongan kemudian dipandu oleh Tim ATK yang dipimpin oleh Direktur ATK Ir. Cahya Widiyati, M.Kes untuk melakukan survey lapangan ke laboratorium-laboratorium di ATK. Seperti diketahui, ATK memiliki banyak laboratorium yang mendukung dalam proses belajar mengajar. Seperti lab kimia, lab pengujian, lab mikrobiologi, lab komputer, workshop produk kulit, workshop sepatu, workshop penyamakan kulit dan workshop karet.
Setelah melihat-lihat berkeliling, Alex mengatakan " ini potensi yang sangat bagus untuk lebih dikembangkan lagi, karena dengan adanya sekolah seperti ini maka SDM-SDM yang dibutuhkan oleh industri bisa diambil dari sini".
Acara ditutup dengan melakukan kunjungan ke Balai Besar Kulit karet dan Plastik. |
|
|
|
roni dari jk, berkomentar: " setelah evaluasi mentri perindustrian di salah satu stasiun tv kemarin saya tidak optimis terhadap kinerjanya, alasan yang diberikan terlalu umum tidak spesifik terhadap targetan...semoga deprind daerah yogya tidak goyah dengan keadaan yang ada,,sudah dari dulu cina menjajah dunia,,,mengapa kita harus siap2...justru kita harus melihat vietnam!!!!mengapa tu negara berubah...tapi saya masih membanggakan wni, pencapaian rasa nasionalisme akhir2 ni telah meningkat... ", pada 2010-01-27 09:54:28 WIB
|
|