Rabu , 21 Oktober 2020
Home / Warta / PRESS RELEASE WEBINAR SERIES POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA #1 TAHUN 2020

PRESS RELEASE WEBINAR SERIES POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA #1 TAHUN 2020

Politeknik ATK Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Series pada hari Selasa, 25 Agustus 2020 melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung juga memalui channel youtube Webinar Politeknik ATK Yogyakarta. Kegiatan Webinar Series ini diikuti oleh 400 peserta. Webinar Series kali ini mengusung topik “Cooperation Strategy Between Vocational Higher Education and Industries  in Supporting the Implemetation of Fourth Industrial Revolution.” (Strategi Kerjasama Pendidikan Tinggi Vokasi dengan Dunia Industri  dalam Mendukung Implementasi Revolusi i4.0). Acara yang berlangsung selama 2 jam dimulai pada pukul 09.30-11.30 WIB. Kegiatan ini terdiri dari 2 Sesi yaitu penyampaian materi dan tanya jawab. Registrasi perserta dimulai pukul 09.00 WIB lalu diakhiri pada pukul 12.00 WIB. Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan dari Drs. Sugiyanto S. Sn. M. Sn. selaku  Direktur Politeknik ATK Yogyakarta.

Kemudian acara di lanjutkan open speech oleh Bapak Eko S.A. Cahyanto, SH,LL.M. selaku Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian. Dalam sambutannya beliau memaparkan tentang 5 Program prioritas program pemerintah yaitu : Indonesia aman, Indonesia Sehat, Indonesia berdaya dengan salah satu kampanye bangga buatan Indonesia, Indonesia tumbuh ditujukan agar perkonimian semakin tumbuh dan Indonesia bekerja yang dilakukan agar mempercepat penyerapan tenaga kerja. Acara Selanjutnya adalah pemutaran video profil politeknik ATK Yogyakarta. Ibu Rofiatun Nafiah, S.S., M.A., Kepala KPKII Politeknik ATK Yogyakarta selaku moderator pemaparkan pengalaman karir dari pembicara yaitu, Mr. Karl Borgschulze selaku Managing Director of Consulting Service International – Germany. Kemudian Bapak Lie Hendrik Kusnadi S.T.   selaku Director PT. Vapro Empowering People and Industry  – Netherlands. Kemudian Bapak Nadi Refiyanto, ST selaku CEO  PT. Girefindo Kimia Abadi – Indonesia.

Bapak Lie Hendrik Kusnadi S.T. menyampaikan tentang perbandingan pendidikan Vokasi di Indonesia dengan Belanda. Dalam sistem pendidikannya  tidak harus sama tetapi paling tidak sebanding. Beberapa strateginya adalah mempersiapkan tenaga kerja terampil siap kerja diperbanyak. Karena perkembangan dunia industri sangat cepat. Dengan standar SDM kualitas nasional dan standar internasional tentunya. Pendidikan Vokasi di Indonesia diharuskan memiliki SOP dan standar minimal sama untuk menghadapi tantangan industry 4.0. Pendidikan vokasi harus bisa mempersiapkan dengan mengadopsi konsep dual system.  Di dalam Pendidikan ini mahasiswa akan berada di tempat kerja, dengan mempelajari dengan aktifitas yang produktif. Selanjutnya dipaparkan juga tentang karakteristik pendidikan dual system yang melibatkan keikutsertaan perusahaan dalam training pendidikan. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan training kontrak dengan dunia industry. Dengan kerjasama menyediakan fasilitas pendidikan dengan anak didik. VAPRO melakukan pemtaan program studi dan kurikulum untuk program studi TPPK politeknik ATK dan akan melakukan review terhadap implementasi Dual System di Politeknik ATK Yogyakarta.  

Dalam pemaparan pembicara kedua Mr. Karl Borgschulze menjelaskan bahwa CSI membantu memfasilitasi perusahaan untuk berkembang lebih pesat. Dan juga mengembangkan pendidikan agar gap antara institusi pendidikan dengan dunia industry semakin beriringan dengan bahasan “Education is at the core of development”. Tiga element yang dikembangkan adalah Sustainabilyty, Innovation dan Communication. Sustainabilyty memperhatikan bahan material yang Eco Friendly dan juga proses kerjanya. Dalam hal Inovasi pengembangkan material baru, dan merangkul Universitas untuk penelitian. Dalam hal Komunikasi dibangun dengan transparan dalam supply chains dan juga riwayat dari produk hingga konsumen. “Education, vocational training and international cooperation and networks ate key aspect to trigger the future. “

Bapak Nadi Refiyanto, ST mengemukakan akan pentingnya alumni yang siap kerja di industri. Industri harus memfasilitasi untuk berbagai perguruan tinggi, diantaranya adalah kerjasama magang, informasi tentang teknologi yang terbaru dan juga merekruitmen tenaga industri yang baru.  Perusahaan Bapak Nadi juga membuka peluang kerjasama kepada perguruan tinggi dalam hal penelitian, pengujian laboratorium terkait teknologi kulit dan produknya.

Webinar Series ini ditutup oleh Ir. Iken Retnowulan, MT selaku Kepala PPPKVI BPSDMI Kementerian Perindustrian  dengan mengharapkan acara webinar terus dilakukan walaupun saat pandemic, dan menggali kembali agar Politeknik ATK Yogyakarta menjadi satelit perguruan tinggi di Indonesia terutama bidang Kulit dan plastik.

Webinar berlangsung dengan lancar, dengan terlihat dari keaktifan yang mengikuti dan para peserta yang mengajukan banyak pertanyaan kepada narasumber pada saat sesi tanya jawab. Terimakasih

Baca juga

PELAKSANAAN RAPID TEST SELURUH PEGAWAI POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA

Rapid Test untuk seluruh pegawai Politeknik ATK Yogyakarta dilaksanakan selama dua tahap yaitu pada tanggal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *