Home >> KERAJINAN KULIT NABATI YANG DIRINTIS ALUMNI ATK - WARTA

KERAJINAN KULIT NABATI YANG DIRINTIS ALUMNI ATK

warta oleh : Anwar Hidayat - kategori : Umum
dicetak: 2010-05-31 09:00:04 - dibaca : 238 kali



KERAJINAN KULIT NABATI
Sumber : http://www.surya.co.id/2010/05/24/kerajinan-kulit-nabati.html

‘Sampah Cacat’ yang Bernilai

Klojen - SURYA- Corindo Yoga Indawardhana punya cara unik untuk mencari uang. Ia memanfaatkan kulit tak terpakai untuk membuat karya seni yang layak jual. Bahkan, ia membuat kulit itu cacat sebelum menjadi indah.

Yoga memamerkan karyanya bersama Fashion Crime (distro di Jl Bendungan Sutami) di stan Kosmonita FM di arena Malang Kembali Festival Tempo Doeloe sejak pertama kali dibuka. Di situlah ia bisa intens memamerkan karya kulit handmade-nya.

Di meja pajangnya yang tergolong mungil — maklum pameran keroyokan – ada beberapa jenis benda dari kulit kambing, seperti binder, dompet, gantungan kunci dan jam meja. “Semuanya dari kulit yang disamak secara nabati, yaitu proses penyamaannya menggunakan bahan-bahan alami, misalnya getah pohon cedar,” kata pemuda 25 tahun lulusan SMAN 4 Malang tahun 2004 itu.

Pemuda ini mendapatkan seluruh ilmunya dari Akademi Teknologi Kulit di Jogjakarta Program Studi Penyamakan Kulit, tempat ia menjadi mahasiswa setelah lulus dari SMA. Yang membedakan karya Yoga dari dompet-dompet kulit lainnya adalah bahwa itu dibuat 100 persen dengan keterampilan tangan. Ia menganyam sendiri potongan-potongan kulit berwarna cokelat muda itu hingga mendapatkan bentuk binder atau dompet.

Bukan cuma itu yang teristimewa dari produk Yoga. Semua karyanya merupakan hasil ‘pencacatan’ kulit hasil torehan solder panas. Sebelum menorehkan solder, ia membuat dulu sketsa di lembaran kulit yang sudah dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki. Torehan solder itu meninggalkan jejak cokelat tua yang disebut Yoga sebagai cacat itu. Namun karena jejaknya membentuk gambar, maka cacat itu menjadi indah. “Saya menggunakan dua macam solder, yang ujungnya tajam untuk menggambar garis dan titik-titik. Sedangkan yang pipih, untuk membuat gradasi warna,” tuturnya sambil mempraktikkan menyolder kulit.

Soal harga, Yoga mengaku agak sulit menentukan, karena banyak orang yang masih melihat produknya dengan sebelah mata. “Saya ingin ini dipandang sebagai karya seni. Saya ingin menjual desain dan proses handmade-nya juga dihargai,” katanya. Tak mengherankan, untuk sebuah binder dengan kualitas kulit istimewa dan desain rumit ia mematok harga Rp 100.000.

Soal pemasaran, karyawan perusahaan penyamakan kulit di Madiun ini mengaku bahwa Malang Kembali adalah ajang pertamanya memasarkan produk. Sebelumnya ia lebih sering barter dengan teman-temannya. Meski kemarin belum ada barangnya yang laku, setidaknya ia sudah mendapat dua pesanan binder. “Ini ajang saya memperkenalkan produk. Selebihnya, bisa didapatkan di Fashion Crime,” katanya.


INGIN GALANG TEMAN
Sumber : http://www.surya.co.id/2010/05/24/ingin-galang-teman.html

Yoga tidak serta merta memproduksi binder dari kulit nabati yang ditoreh dengan solder panas. Ia bisa sampai pada karya itu berkat ide dari kakak kelasnya selama kuliah. “Semula saya memproduksi barang dari kulit dengan menggunakan warna dari cat, tetapi kok luntur. Akhirnya ia menemukan cara menggambar dengan solder untuk mendapatkan warna alami itu.

Karena ia tidak sendirian itulah, Yoga bercita-cita mempunyai bengkel kerja yang bisa digunakan bersama-sama dengan teman-temannya. “Teman-teman saya sebagian besar orang kreatif, tetapi kami semua terkendala modal dan pemasaran. Jadi kalau kami bisa bersatu, pasti lebih kuat,” kata Yoga yang mengumpulkan modal dari gaji bulannya sebagai karyawan penyamakan kulit.

Meski banyak menghabiskan waktu di Madiun dan Jogjakarta, Yoga tetap ingin membangun usaha di Malang, karena bagaimana pun ia besar di Malang. Namun citra Jogjakarta sebagai gudangnya seniman tetap menarik hatinya. “Bagaimana pun juga Jogjakarta adalah kota ideal untuk urusan ini,” katanya


BERIKAN KOMENTAR
nama
email
lokasi
komentar
DAFTAR KOMENTAR

  asri dari gorontalo, berkomentar: " sip. kip fightin' !! ", pada 2010-08-30 03:35:09 WIB
dhenisty dari nomaden, berkomentar: " mantap bro.. tingkatkan kreatifitas... mantap........ bisa magang di tempan anda ga..... ", pada 2010-06-02 16:16:21 WIB

Copyright 2004 - 2010 .:: Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta ::.

» home | catatan | kontak
» developed by : jackmedia                                                                                                                                            kembali ke atas